
Dirgahayu Kota Tangerang Ke 28
Hadirkan Bus Tayo dan Angkot si Benteng

PT TNG Resmi Melaunching Angkot Si Benteng
PT TNG resmi melaunching Angkot si benteng pada Minggu 10 Januari lalu. Tak berapa lama, Bus Tayo koridor 4 turut dilaunching pada 13 Januari lalu.
Kedua transportasi massal ini diharapkan menjadi solusi bagi masyarakat Kota Tangerang yang mendambakan transportasi yang murah, aman dan nyaman. Disamping itu, kehadiran si benteng dan tayo juga diharapkan dapat mengubah perilaku masyarakat untuk mau beralih dari kendaraan pribadi ke kendaraan umum guna mengurai kemacetan.
PT TNG mencatat, pada masa sosialisasi dimana selama satu minggu digratiskannya si benteng dan tayo, animo masyarakat dirasa cukup tinggi.(Humas PT TNG).

Masyarakat Akui Bus Tayo Lebih Hemat
KOTA TANGERANG-Sejumlah masyarakat perlahan mulai menjajal Bus Tayo koridor 4 jurusan Cadas-Terminal M1 Bandara Soekarno-Hatta. Keberadaan bus yang baru dilaunching pada 13 Januari 2021 ini mulai mencuri perhatian orang yang melihatnya lalu lalang setiap harinya.
Seperti yang diutarakan Kiki, ia kerap melihat Bus tayo koridor 4 berjalan menuju Terminal M1 Bandara Soetta. Karena penasaran ia mencoba menaiki bus tersebut. “Saya tanya supirnya, rupanya bus ini sejalur dengan tempat saya kerja ke arah Bandara. Ya sudah saya coba naik,” ujarnya.
Warga Kecamatan Sepatan ini mengaku nyaman selama berada di dalam bus, terlebih jarak tempuhnya relatif cepat sampai tujuan. Menurut Kiki, ia berniat untuk tetap menggunakan bus tayo menuju tempatnya bekerja. Selama ini sambungnya, ia merasa lelah dan jenuh menggunakan sepeda motor untuk berangkat kerja, sehingga keberadaan bus tayo sangat membantunya untuk tetap fit sampai di tempat kerja.
“Kayaknya saya pakai bus ini saja. Selama ini kan saya menggunakan sepeda motor ke Bandara, sampai rumah terasa lelah dan capek, kalau naik bus ini pulangnya saya bisa tiduran di bus,” ujarnya. Sementara itu seorang pengguna Bus tayo lainnya, Ahmad mengakui menggunakan bus tayo lebih hemat ketimbang menggunakan kendaraan pribadi.
Ahmad yang juga bekerja di Bandara Soetta ini mengatakan bahwa selama ini ia menggunakan sepeda motor dengan CC-nya cukup besar ke kantornya. Menurutnya, motor yang ia gunakan terbilang boros bahan bakar, untuk itu ia harus merogoh kocek Rp 15 ribu untuk isi bensin setiap hari ketika hendak berangkat bekerja.
“Motor ini lumayan boros bahan bakar, karena CC-nya cukup besar. Biasanya saya isi bensi di SPBU Rp 15 ribu. Dan itu hanya untuk pulang-pergi kekantor,” jelasnya. Menurut Ahmad, saat ini ia lebih memilih menaiki bus tayo yang dari sisi perhitungan jauh lebih murah dan hemat ketimbang menggunakan sepeda motor.

Penumpang bus tayo koridor 4 turun di Terminal M1 Bandara Soekarno-Hatta
Menurutnya jika sehari ia mengeluarkan biaya Rp 15 ribu maka satu bulan kerja ia harus mengeluarkan biaya sekitar Rp 300 ribu. Hal ini tentu lebih murah jika ia mengunakan bus tayo yang hanya Rp 2 ribu sekali jalan. “Berarti dalam sebulan kerja saya hanya mengeluarkan biaya Rp 80 ribu jika menggunakan bus ini. Jelas lebih murah dan hemat,” ujarnya.
Sekedar informasi, bus Tayo akan melayani rute Cadas-Pintu masuk M1 Bandara Soetta. Jam operasionalnya dimulai pukul 5 pagi sampai pukul 8 malam. Bus Tayo koridor 4 ini juga turut melengkapi bus Tayo koridor 1, 2 dan 3 yang sudah lama melayani masyarakat Kota Tangerang.(Humas PT TNG).

PT TNG Lakukan Evaluasi Si benteng
//Tegur Supir Merokok dan Tarik Biaya Saat Sosialisasi Gratis
KOTA TANGERANG-PT TNG terus melakukan evaluasi dan pembenahan terhadap angkot Si benteng. Setelah beroperasi selama lima hari ini, sejumlah kekurangan menjadi catatan untuk diperbaiki.
Direktur Utama PT TNG Edi Candra mengakui masih terdapat kekurangan selama Si benteng beoperasi. Menurutnya, sejumlah masukan dan saran dari berbagai pihak sudah ditampung untuk dilakukan pembenahan secara menyeluruh.
“Kami menerima aduan dari masyarakat bahwa ada supir angkot yang merokok dan ada juga yang menarik uang dimasa sosialisasi gratis ini. Kita sudah tegur supir angkotnya dan operatornya, kita menegaskan agar kejadian ini jangan sampai terulang lagi,” ujarnya saat menghadiri acara coffee morning di Kampung Pink, Kelurahan Tanah Tinggi, 14 Januari 2021.
Edi mengatakan, angkot Si benteng merupakan angkot modern yang dilengkapi AC. Kenyamanan didalam angkot menjadi prioritas pihaknya, oleh sebab itu jika supir angkot merokok maka akan mengganggu kenyamanan penumpang, terlebih asap rokok yang ditimbulkan juga dapat mempengaruhi kesehatan penumpang.
Edi mengatakan baik supir maupun operator masih perlu adaptasi dalam mengoperasionalkan Si benteng. Sejumlah kekurangan yang terjadi ini merupakan bagian dari proses adaptasi yang mengarah kepada perbaikan layanan kedepannya.
Menurut Edi, pihaknya merasa terhormat atas tingginya kepedulian masyarakat terhadap Si benteng, hal itu dibuktikan dengan adanya masukan, saran dan kritik dari berbagai pihak.
“Masih banyak hal yang perlu dibenahi. Kita perlu masukan dari sejumlah pihak
Terkait dengan adanya keluhan, memang perlu adaptasi,” jelasnya. Tak lupa Edi juga mengucapkan terimakasihnya kepada Pemerintah Kota Tangerang yang memberikan amanah mengelola moda transportasi massal di Kota Tangerang.
Sementara itu Kepala operasional PT TNG Rudi Haryadi mengingatkan kepada operator Si benteng untuk lebih memperhatikan Standar Operasional Prosedur (SOP) bagi supir, agar SOP itu dijalankan sebaik baiknya. “Kami sudah meminta operator membuat SOP, seperti berpakaian rapih, tidak merokok, masuk tepat waktu, ramah kepada penumpang dan memberi informasi ketika penumpang bertanya. Nah ini harus dijadikan pedoman bagi supir,” tuturnya.
Lebih jauh Rudi mengatakan, pihaknya akan mengumpulkan seluruh supir angkot untuk diberikan arahan dalam melayani masyarakat. Rudi mengatakan, supir angkot harus mampu memberi pelayanan kepada penumpang, “Kami akan kasih arahan agar supir lebih ramah, lalu harus aktif memberi informasi atas keberadaan si benteng kepada masyarakat,” tandasnya.(Humas PT TNG).
BRT Koridor 4 Resmi Beroperasi
Repost by #KotaTangerangChannel

Bus Tayo Koridor 4 Resmi Beroperasi, Layani Rute Cadas-M1 Bandara Soetta
KOTA TANGERANG-Layanan transportasi di Kota Tangerang semakin terintegritas. Setelah diresmikannya angkot Si Benteng belum lama ini, kini Bus Rapid Transit (BRT) Tangerang Ayo (Tayo) koridor 4 resmi beroperasi pada Rabu, 13 Januari 2021.

Peresmian berlangsung di depan gerbang pintu masuk M1 Bandara Soekarno-Hatta ditandai dengan gunting pita dan pemecahan kendi yang dilakukan langsung oleh Walikota Tangerang Arief R. Wismansyah didampingi Wakil Walikota Tangerang Sachrudin, Kepala Dinas Perhubungan Kota Tangerang Wahyudi Iskandar, Direktur Utama PT TNG Edi Candra, dan General Managerr Angkasa Pura II Bandara Soetta.
Dalam sambutannya Walikota Tangerang Arief R Wismansyah mengatakan, bus Tayo akan melayani rute Cadas-Pintu masuk M1 Bandara Soetta. Jam operasionalnya dimulai pukul 5 pagi sampai pukul 8 malam. Bus Tayo koridor 4 ini juga turut melengkapi bus Tayo koridor 1, 2 dan 3 yang sudah lama melayani masyarakat Kota Tangerang.
Menurut Arief, selain memfasilitasi masyarakat Kota Tangerang yang bekerja menuju Bandara Soekarno-Hatta, untuk kali pertama bus Tayo koridor 4 turut melayani masyarakat perbatasan Kota Tangerang dengan Kabupaten Tangerang dimana titik lokasi penjemputan yang berada di Cadas dekat dengan wilayah Kabupaten Tangerang seperti wilayah Sepatan, Rajeg dan Kutabumi.
Arief mengatakan, bus Tayo koridor 4 ini juga semakin memantapkan layanan transportasi yang semakin terintegritas dan komperhensif karena tak hanya bus, layanan transportasi lainnya seperti kereta api dan pesawat udara juga berada di wilayah Kota Tangerang.
“Mudah-mudahan dengan beroperasinya bus Tayo koridor 4 ini memfasilitasi masyarakat Kota Tangerang yang bekerja di Bandara Soekarno-Hatta yang jumlahnya ada 6 ribuan. Dan mudah-mudahan dapat mengurangi penggunaan kendaraan pribadi,” ujarnya.
Arief juga berterimakasih kepada seluruh pihak yang telah mendukung dan bekerjasama dalam mewujudkan dan merealisasikan bus Tayo koridor 4 ini. “Kami Pemerintah Kota Tangerang juga berterima kasih kepada Angkasa Pura II, Organda dan PT TNG yang sudah mendukung program ini,” jelasnya.
Ditempat yang sama Direktur Utama PT TNG Edi Candra mengatakan, tarif bus Tayo koridor 4 masih sama yakni Rp 2000 sekali perjalanan. Menurutnya, sistem pembayarannyapun juga sama yakni non tunai menggunakan aplikasi digital yang sudah disediakan. Edi mengatakan, setelah diresmikannya bus Tayo koridor 4, pihaknya akan gencar melakukan sosialisasi kepada masyarakat.
“Kita akan terus mensosialisasikan hadirnya bus Tayo koridor 4 kepada masyarakat dengan cara menyebarkan brosur, banner dan pamflet yang isinya seruan mengajak menggunakan bus ini,” ujarnya. Edi menambahkan sebagai Badan Usaha Milik Daerah yang sepenuhnya mengelola bus Tayo, pihaknya akan terus mengembangkan dan meningkatkan layanan bus agar semakin dirasa kenyamanan dan keamanannya oleh masyarakat.
Sementara itu Kepala dinas perhubungan Kota Tangerang Wahyudi Iskandar mengatakan, ada 10 unit bus Tayo koridor 4 yang beroperasi dan satu unit bus cadangan. “Mudah-mudahan semua bisa terfasilitasi dan masyarakat mau beralih ke bus Tayo ini, tandasnya.(Humas PT TNG).

Sosialisasi Si Benteng Gencar Dilakukan
KOTA TANGERANG-PT Tangerang Nusantara Global terus menggencarkan sosialisasi angkot Si benteng kepada masyarakat. Berbagai upaya dilakukan agar masyarakat mau berbondong-bondong menggunakan Si benteng sebagai moda transportasi yang aman dan nyaman.
Kepala operasional PT TNG Rudi Haryadi mengatakan, pihaknya sedang mencetak dan akan mendistribusikan brosur, pamflet, dan baliho ajakan kepada masyarakat untuk mau menggunakan Si benteng. “Kami berharap dengan cara ini masyarakat akan lebih mengetahui keuntungan menaiki Si benteng. Oh ternyata Si benteng ini punya Pemkot Tangerang, oh tarifnya cuma Rp 2 ribu sekali jalan, oh fasilitasnya lengkap ternyata,” jelasnya.
Menurut Rudi, saat ini proses pengenalan Si benteng kepada masyarakat adalah dengan hilir mudiknya Si benteng di jalanan. Ia mengakui sebagian masyarakat masih belum mengetahui jika Si benteng ini telah dilaunching dan sudah dapat melayani masyarakat. Oleh sebab itu sosialisasi akan terus dilaksanakan hingga masyarakat benar-benar sudah menjadikan Si benteng sebagai pilihan dalam beraktifitas sehari-hari.
“Kami menginginkan kedepan Si benteng ini menjadi kebutuhan mendasar masyarakat dalam menjalankan aktifitasnya. Untuk itu kenyamanan menjadi hal penting yang menjadi alasan masyarakat mau beralih dari kendaraan pribadi ke Si benteng,” ujarnya.(Humas PT TNG).

Digratiskan Seminggu, Masyarakat diminta Rasakan Kenyamanan Naik Si Benteng
KOTA TANGERANG-PT Tangerang Nusantara Global (TNG) saat ini tengah menanti animo masyarakat untuk mau berbondong-bondong menggunakan angkot Si Benteng yang baru mengaspal pada Minggu 10 Januari 2021.
Menurut Kepala operasional PT TNG Rudi Haryadi, guna menarik minat masyarakat PT TNG menggratiskan Si benteng selama seminggu, mulai tanggal 10 sampai 17 Januari. Upaya ini juga sebagai bentuk sosialisasi kepada masyarakat bahwa Si benteng akan menjadi moda transportasi terbarukan yang mengedepankan kenyamanan dan keamanan bagi masyarakat.
“Masyarakat dipersilahkan menggunakan Si benteng secara gratis agar dapat merasakan kenyamanan selama didalam Si benteng, karena dari segi fasilitas sudah lengkap dan sangat nyaman dan aman selama perjalanan,” ujar Rudi.
Menurut Rudi Si benteng ditunjang dengan fasilitas yang cukup lengkap dan tidak akan ditemukan pada moda transportasi dengan basis yang sama.
“Si benteng dilengkapi dengan AC, pintu masuknya otomatis, ada charger HP, semuanya ini dapat dirasa kenyamanannya” jelas Rudi. Lebih jauh Rudi mengatakan Si benteng tidak diperbolehkan ngetem di sembarang tempat yang membuat kebanyakan penumpang merasa kesal menunggu.
Selain itu masyarakat juga tidak akan menunggu lama untuk naik Si benteng karena jeda waktu kedatangan Si benteng dari halte ke halte cukup cepat. “Jadi ketika naik Si benteng waktu yang ditempuh akan lebih efesien karena si benteng tidak diperbolehkan ngetem. Selain itu lalu lalang Si benteng juga cepat,” jelasnya.
Setelah dimanjakan oleh lengkapnya fasilitas yang ada, tarif dari Si benteng juga paling murah yakni Rp 2 ribu sekali jalan. Rudi berharap masyarakat akan mau beralih dari kendaraan pribadi ke Si benteng dalam menjalankan aktifitasnya dengan begitu upaya untuk mengurai kamacetan dan kesemrawutan di jalan akan lebih terminimalisir.
Pihaknya optimis kedepan moda transportasi ini akan menjadi pilihan utama masyarakat dalam bepergian karena kenyamanannya. “Kami berharap dengan memberikan layanan yang terbaik akan merubah minset masyarakat terhadap angkot selama ini,” ujarnya.(Humas PT TNG).